Pagi Sebuah Kerinduan


Hening pagi ini kusambut bersama
Mataku yang mulai terbuka,
Tanpa kokok ayam dan tetesan embun.
Pagiku hadir bersama sejumput keletihan
Dan kegamangan yang entah kubawa dari malam
Atau sudut ingatan yang mana.

Pagiku yang kujelang kali ini adalah pagi kerinduan.
Yang hadir bukan sebagai lanjutan dari kisah mimpi yang indah.
Pagi kerinduanku beranjak dari hidup yang resah,
Ketika batin bergolak dan mendambakan kisah cinta yang adil
Sejenak kuhirup udara dingin dan lembab, sesak, panas
Dan tiada gairah dalam kerinduanku.

Kerinduanku pada sebuah paginya adalah kemustahilan
Yang akan kutempuh bersama derak hidup, yang terus mendorongku maju
Menghabiskan sisa hidup yang masih dikuasai takdir.

Pagi sebuah kerinduan
Mulai beranjak bersama mentari yang meninggi
Tapi selama masih dibawah matahari yang sama,
Tidak ada yang baru, begitupun dengan kerinduanku
Hanyalah sebuah kisah yang selalu terulang,
Yang kadang terasa bijak dan hambar tiada makna.

Tapi kerinduan harus tetap beranjak pagi ini,
Bersama mereka yang masih mencintai harapan dengan segala impiannya,
Sebab bersama mereka-mereka itu
Kisah-kisah cinta akan hadir dan kembali diceritakan.
Kali ini manusia tak perlu lagi menyangkal dirinya
Dengan pura-pura melihat senja yang sudah membayang.
Saat ini masih pagi untuk semua harapan,
Walau tanpa titik embun dan kokok ayam.
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Leave a comment