Anda ingin mentransfer data dalam jumlah besar dengan nyaman ke USB-Flashdisk baru yang berkapasitas 8 GB. Namun, upaya meng-copy sebuah ISO-image DVD ukuran 4,38 GB selalu gagal dengan laporan kesalahan yang menyebutkan bahwa media data sudah penuh. Tentu saja Anda tahu bahwa itu tidak benar. Bagaimana mengatasinya?
Penyebab masalahnya adalah format file media penyimpan Anda. USB-flashdisk biasanya diformat di pabrik dengan format FAT32 yang tidak dapat menyimpan file berukuran lebih dari 4 GygaByte. Solusinya adalah format NTFS yang tidak memiliki pembatasan semacam itu. Namun, ketika Anda ingin memformat flashdisk dengan format NTFS, Windows bersikap masa bodoh dan hanya menampilkan format FAT32 dalam window pilihan Formatting.
Windows tidak menawarkan NTFS karena system NTFS ini menggunakan fungsi caching yang lebih intensif dibandingkan FAT32. Bila flashdisk dicabut begitu saja dari port USB tanpa permisi terlebih dahulu, mungkin saja belum semua data berhasil dituliskan. Oleh karena itu, Windows lebih suka menggiring pengguna ke FAT32 yang lebih “aman” dan lebih mudah ditangani.
Langkah cari gampangnya tersebut bisa Anda hindari.
Klik kanan “My Computer” dan buka window “Properties”.
Dalam tab “Hardware”, masuk ke “Device Manager” dan cari USB-flashdisk Anda.
Dengan meng-klik ganda, buka “Properties” flashdisk. Di sana, pilih tab “Policies” dan aktifkan “Optimize for Performance”.
Windows akan menerapkan write-cache untuk flashdisk Anda.
Setelah reboot, flashdisk Anda dapat diformat dengan system NTFS.
Sekarang, Anda dapat mentransfer file-file berukuran besar tanpa hambatan.
Dengan format NTFS ini, sebaiknya hindari menarik keluar flashdisk dari USB port begitu saja.
Demi keamanan data, Anda harus pemisi dulu kepada Windows. Ini dilakukan melalui applet “Safely remove hardware” di sebelah kiri dalam taskbar.
Penyebab masalahnya adalah format file media penyimpan Anda. USB-flashdisk biasanya diformat di pabrik dengan format FAT32 yang tidak dapat menyimpan file berukuran lebih dari 4 GygaByte. Solusinya adalah format NTFS yang tidak memiliki pembatasan semacam itu. Namun, ketika Anda ingin memformat flashdisk dengan format NTFS, Windows bersikap masa bodoh dan hanya menampilkan format FAT32 dalam window pilihan Formatting.
Windows tidak menawarkan NTFS karena system NTFS ini menggunakan fungsi caching yang lebih intensif dibandingkan FAT32. Bila flashdisk dicabut begitu saja dari port USB tanpa permisi terlebih dahulu, mungkin saja belum semua data berhasil dituliskan. Oleh karena itu, Windows lebih suka menggiring pengguna ke FAT32 yang lebih “aman” dan lebih mudah ditangani.
Langkah cari gampangnya tersebut bisa Anda hindari.
Klik kanan “My Computer” dan buka window “Properties”.
Dalam tab “Hardware”, masuk ke “Device Manager” dan cari USB-flashdisk Anda.
Dengan meng-klik ganda, buka “Properties” flashdisk. Di sana, pilih tab “Policies” dan aktifkan “Optimize for Performance”.
Windows akan menerapkan write-cache untuk flashdisk Anda.
Setelah reboot, flashdisk Anda dapat diformat dengan system NTFS.
Sekarang, Anda dapat mentransfer file-file berukuran besar tanpa hambatan.
Dengan format NTFS ini, sebaiknya hindari menarik keluar flashdisk dari USB port begitu saja.
Demi keamanan data, Anda harus pemisi dulu kepada Windows. Ini dilakukan melalui applet “Safely remove hardware” di sebelah kiri dalam taskbar.
Tags:
Tips Trik,
Windows XP











Leave a comment