Tertatih kakimu melangkah
Menyeret seonggok tulang dan segumpal daging badanmu
Amuk prahara hempaskan asamu
Tak ada damai yang tersisa dalam nafas kehidupanmu
Berlalu tanpa makna tanpa arti
Sekelumit senyum getir
Mengambang dikeriput wajah tuamu
Deru sejuta jarum kematian hilangkan sadarmu
Tak ada sisa cinta di akhir detak jantungmu
Perlahan kamu melangkah
Mengabari duka mendalam buat dunia yang telah mati
"Aku tinggal selangkah menuju kematian"
Dan bertanya: "Akankah kematianku sia-sia?"
Menyeret seonggok tulang dan segumpal daging badanmu
Amuk prahara hempaskan asamu
Tak ada damai yang tersisa dalam nafas kehidupanmu
Berlalu tanpa makna tanpa arti
Sekelumit senyum getir
Mengambang dikeriput wajah tuamu
Deru sejuta jarum kematian hilangkan sadarmu
Tak ada sisa cinta di akhir detak jantungmu
Perlahan kamu melangkah
Mengabari duka mendalam buat dunia yang telah mati
"Aku tinggal selangkah menuju kematian"
Dan bertanya: "Akankah kematianku sia-sia?"
Tags:
Poem











Leave a comment